WASPADAI AKSI DEMO MAHASISWA DI TUNGGANGI KEPENTINGAN KELOMPOK ANTI PEMERINTAH


Massa yang menamakan dirinya Front Mahasiswa Papua Tutup Freeport akan menggelar demo kembali pada hari jumat (7/4) di kantor Gubernur Prov. Papua harus dipastikan murni merupakan aspirasi rakyat Papua. Pada aksi demo sebelumnya (20/3), masyarakat menilai aspirasi bukan murni dari masyarakat dan mahasiswa, dari ketujuh tuntutan aksi demo, terdapat poin-poin yang menurut masyarakat sekitar Jayapura merupakan titipan dari kelompok anti pemerintah.

Hasil pemantauan tim redaksi di lapangan, masih terlihat beberapa anggota dari kelompok anti pemerintah dengan beberapa atribut yang sama sekali bukan atribut kemahasiswaan. Hal tersebut membuat keresahan tesendiri di masyarakat, karena masyarakat sudah sangat mengerti tentang atribut kemahasiswaan dan atribut kelompok anti pemerintah.
“Yang kami takutkan adalah terjadinya aksi demo yang rusuh karena ada segelintir orang yang masuk kedalam kerumunan aksi dan membuat provokasi” ujar salah satu pengendara ojek di Jayapura.

Selain itu, aksi demo yang digelar pada (20/3) tersebut menuai kritik pedas dari masyarakat. Masyarakat menilai bahwa aksi demo membuat perekonomian di Jayapura khususnya menjadi terhambat, jalanan macet dan mobilitas kegiatan perekonomian dan masyarakat menjadi terhambat. “Saya hampir mengalami kerugian, karena pengiriman barang dagangan saya terlambat” ujar Mario, salah satu pedagang makanan basah di pasar.
Harapan dari masyarakat, aksi demo yang di sampaikan harus betul-betul murni dari aspirasi rakyat, jangan ada lagi titipan-titipan dari kelompok anti pemerintah. Masyarakat pun berharap agar peserta aksi demo mentaati arahan dari aparat keamanan, agar tidak merugikan masyarakat Papua dalam beraktifitas.

Komentar