PERILAKU GURU INI SAMA SEKALI TIDAK PATUT “DI CONTOH DAN DI TELADANI”.


MERAUKE – Insan pendidikan di daerah Merauke dikejutkan dengan ulah seorang oknum guru yang berbuat kriminal dan meresahkan masyarakat yaitu pembacokan dan penganiyaan terhadap warga. Potret seorang guru yang ramah, tauladan, bersahaja dan berpendidikan tidak tergambarkan pada Sdr. Rahmat Ari Rullah Sitompul Gebze seorang guru salah satu sekolah di Merauke.
RA. Sitompul begitu ia di sapa, sehari-hari berprofesi sebagai seorang pengajar. Namun, perilakunya dinilai kurang baik oleh sesame pengajar di sekolahnya. Menurut salah seorang rekan kerja sesama guru di sekolah tersebut, yang bersangkutan kurang ramah dengan sesama pengajar disini begitu juga terhadap anak didik, sering terlambat masuk kelas dan terindikasi sering mabuk-mabukan.
Teror pembacokan dan penganiayaan tersebut terjadi di sekitar Bupul, Distrik Elikobel, Kab. Merauke, Senin (27/3) pukul 18.00 WIT. Di bawah pengaruh narkoba dan ganja RA. Sitompul melakukan penghadangan dan memeras dua orang sopir yang melintas. Pelaku meminta uang satu juta rupiah sambil menodongkan parang, namun sopir hanya memberikan dua ratus ribu rupiah. 
Merasa permintaannya tidak di turuti maka pelaku pun membacok dua orang sopir tersebut, satu orang luka bacok di bagian kepala, satu lagi di bagian lengan kanan. Beruntung kedua korban di tolong oleh pengendara lain yang melintas dan dibawa ke pos keamanan terdekat untuk memperoleh pertolongan pertama.
Sebelumnya pelaku sempat mengejar pengendara sepeda motor, namun pengendara sepeda motor tersebut mampu melarikan diri dari teror pembacokan pelaku. Kemudian pelaku juga sempat menghampiri beberapa sopir truk yang sedang istirahat di sekitaran jalan Bupul dengan marah-marah dan berupaya membacok para sopir tersebut, beruntung para sopir segera berlarian masuk ke arah hutan untuk berlindung.
Melihat kebrutalan pelaku tersebut masyarakat sekitar tidak ada yang berani mendekat karena ditakutkan menjadi korban pembacokan pelaku. 
Setelah beberapa saat kemudian, para sopir membernaikan diri menuju ke Polsek setempat, namun disayangkan di polsek tidak ada satupun petugas yang sedang berjaga. Kemudian para sopir lari ke pos TNI untuk meminta pertolongan dan perlindungan serta meminta agar mereka diantar untuk mengambil truk yang masih terparkir. Dengan berjalan kaki, para sopir pun diantar oleh dua personel TNI yang sedang bertugas.
Namun di tengah perjalanan, para sopir dan dua orang personil TNI dihadang kembali oleh RA. Sitompul yang masih dalam keadaan mabuk berat. Serentak para sopir pun kembali berlarian mencari perlindungan ke arah hutan. 
Tinggalah dua orang personel TNI yang berhadapan dengan pelaku, pelaku menyorotkan lampu senter ke arah mata seorang anggota TNI dan berlari menyerang. Melihat pelaku berlari dan akan menyerang seorang anggota TNI melepaskan tembakan ke udara sebagai peringatan untuk menghentikan tindakan pelaku, namun tidak dihiraukan oleh pelaku. Pelaku tetap berlari dan hendak membacok anggota TNI dari jarak sekitar 1 meter, melihat hal tersebut anggota TNI yang akan dibacok pun menghindar ke belakang dan melumpuhkan pelaku dengan melepaskan tembakan ke arah kaki.
Usai dilumpuhkan pelaku di serahkan kepada petugas Polsek Bupul dan dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama kemudian dirujuk ke RSUD Merauke untuk.
Berdasarkan keterangan dari Kasi Intel Korem dalam konferensi pers kepada wartawan bahwa tindakan yang dilaksanakan oleh personel anggota Pos TNI tersebut adalah tindakan membela diri bukan intimidasi kepada masyarakat. Tindakan tersebut diambil karena sudah membahayakan keselamatan jiwa aparat yang melaksanakan tugas dan mengancam keamanan masyarakat sekitar.

Komentar

  1. Guru harusnya jadi teladan, ini kok malah minum minuman keras, sampai mabuk dan melukai warga,
    Usir aja dari tanah papua

    BalasHapus

Posting Komentar